Faktor Yang Mempengaruhi Dalam Membuka Usaha




FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM MEMBUKA USAHA

Menjadi seorang entreprneur atau pengusaha sejati itu mamang suatu hal yang menjadi kebanggaan tersendiri jika dibandingkan dengan menjadi seorang pekerja kantoran atau karyawan.Bila menjadi seorang pengusaha itu enaknya kita secara tidak langsung dapat menjadi seorang bos,apalagi usaha tersebut milik kita sendiri dan sudah berkembang besar,kita dapat mempekerjakan orang – orang yang ingin bekerja dengan kita dan kita juga tidak terlalu berat kerjanya,hanya menghitung kalkulasi keuangan dan pemasukan dan pengeluaran barang” yang ada pada usaha kita,selebihnya sperti pembelian barang – barang dan lain – lain itu dikerjakan oleh pekerja yang lain.Lain halnya dengan seorang yang menjadi pekerja kantoran atau karyawan yang mungkin kerjanya itu lelah bila banyak kerjaan dari kantor yang harus selesai cepat dan kerjaan yang tidak gampang.

Untuk menjadi seorang entrepreneur sejati itu dibutuhkan sebuah keuletan pada diri sendiri dan juga kesabaran,agar kita dapat mengetahui masalah apa yang akan terjadi dan bagaimana cara penyelesaiannya dengan tepat.Dan bila kita ingin memiliki usaha sendiri atau membuka usaha kita sendiri,faktor utama yang harus dipikirkan adalah usaha apa yang akan kita buka dan apakah usaha yang kita buka nanti dapat menarik perhatian dari masyarakat luas atau laku dipasaran,Itu adalah faktor utama bila kita ingin membuka sebuah tempat usaha,kita juga harus melihat peluang – peluang apa saja yang muncul pada masa saat ini dan dapat diminati oleh banyak orang.Bila kita sudah yakin dengan usaha yang nanti kita buka dan dapat diterima dimasyarakat,lalu faktor yang kedua adalah mencari modal untuk membeli bahan – bahan pendukung usaha yang kita buat,bila kita sudah memiliki modal yang lebih itu lebih bagus.

Faktor yang ke tiga setelah kita mempunyai modal adalah mencari tempat atau lokasi yang strategis untuk membuka usaha yang kita buka misalnya yang strategis itu tempat yang kondisi lingkungannya nyaman,bersahabat dan banyak di lalui oleh orang – orang yang melintasi tempat usaha kita nantinya misalnya di dekat sekolah,kampus,kantor dan dekat penduduk sekitar. Setelah kita sudah dapat lokasi yang tepat,lalu bangunlah tempat tersebut semenarik mungkin,bersih dan juga nyaman agar para orang akan tertarik dengan tempat usaha kita dan akhirnya dapat membeli salah satu barang” usaha kita.Bila orang yang melihat suatu tempat usaha tersebut itu menarik dan tidak membosankan tempatnya dan bagi mereka membuat penasaran,maka orang – orang akan banyak yang akan mampir ke tempat usaha kita.

Yang terakhir adalah faktor pelayanan atau service terhadap para customer yang membeli barang – barang di tempat kita,karena para costumer pasti menginginkan pelayanan yang terbaik dari tempat usaha milik kita karena mereka telah membeli barang – barang kita,mereka tidak ingin dirugikan.Maka itu kita harus memberikan sebuah pelayanan yang baik bagi para customer – customer kita,bila kita sudah memberikan pelayanan yang terbaik bagi para customer –customer kita,pasti customer tersebut akan datang lagi ketempat usaha kita dan tidak pindah ke lain hati,karena mereka sudah nyaman membeli produk di tempat usaha kita apalagi ditambah pelayanannya yang baik pula.

Ya itulah ke empat faktor – faktor yang mempengaruhi jika kita ingin membuka usaha menurut saya,mohon maaf bila ada kelebihan atau kekurangan dalam penulisan ini,karena saya masih belajar.

Bersabar dan Bersyukur




BERSABAR DAN BERSYUKUR

Hidup itu cuma ada 2 pilihan yaitu kalau tidak bersabar ya bersyukur.Kita sebagai manusia sehharusnya wajib bersyukur atas segala nikmat dan kehidupan yang telah Tuhan berikan kepada kita,jangan mengeluh dengan keadaan dan masalah yang kita hadapi,semua adalah ujian dan cobaan yang telah Tuhan berikan kepada kita semua.Tuhan semata – mata memberikan ujian dan cobaan adalah karena Tuhan itu ingin memberikan yang terbaik kepada umatNya dan karena Tuhan sayang kepada kita semua,bukan berarti Tuhan itu jahat terhadap kita,karena Tuhan adalah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang dan Tuhan tidak akan mmemberikan ujian dan cobaan melampaui batas kemampuan umatNya.Hidup ini memang banyak cobaan dan ujian,tapi inilah hidup yang sebenarnya karena dibalik ujian dan cobaan pasti ada hikmah yang kita bisa ambil dari itu.

Cobaan dan ujian harus kita hadapi dengan sabar dan jangn mengeluh,karena apabila kita mengeluh itu artinya kita tidak bersabar menghadapi cobaan tersebut,cobaan dan ujian akam membuat kita menjadi manusia yang tangguh dan tidak lemah,karena Tuhan sangat menyukai umatNya yang kuat dan membela yang lemah.Hidup ini harus di syukuri bukan di tangisi,tapi banyak realitanya jaman sekarang orang – orang yang tidak bersyukur dengan kekuasan Tuhan,mereka angkuh dan tidak mau menjalankan apa yang telah Tuhan perintahkan kepada kita.Sebenarnya kita sebagai manusia adalah mahluk yang sangat lemah di Mata Tuhan Yang Maha Esa,kita tidak ada daya dan upaya di Mata Tuhan Yang Maha Esa,tetapi kenapa sekarang banyak manusia yang sangat sombong dan merasa dirinya itu paling benar,mungkin karena mereka belum banyak mengetahui ilmu – ilmu tentang agama.Yang berhak sombong dan paling benar adalah Tuhan,karena Tuhanlah yang menciptakan seluruh mahluk hidup dan alam semesta ini dan Tuhanlah yang Maha segala – galanya,jadi kita sebagai manusia harusnya malu pada diri kita sendiri,kita ini adalah mahluk yang lemah dan tidak berdaya di mata Tuhan,jadi tidak ada yang pantas kita sombongkan.Jika hidup kita jalani dengan Bersabar dan Bersyukur,semua akan menjadi indah,misalnya kita sedang ditimpa musibah atau cobaan kita harus bersabar dan jika mendapat kemudahan kita harus bersyukur karena Tuhan telah memberikan kita jalan yang terbaik.

Tuhan itu sayang dengan kita,tetapi terkadang kita lah yang selalu berbuat salah padahal Tuhan selalu mengingatkan kita untuk mematuhi dan menjalankan segala perintah Nya dan menjauhi atau meninggalkan larangan Nya,tetapi terkadang kita justru kebalikannya kita meninggalkan apa yang di perintahkan oleh Tuhan dan malah mendekati larangan Nya.Sungguh miris memang kita sebagai manusia ini tak luput dari salah dan dosa,seharusnya kita dapat merenungi tentang arti kehidupan ini dan banyak bersyukur kepada Tuhan sebagai tanda terima kasih kita atas segala nikmat yang telah Tuhan berikan kepada kita.Dan bersabarlah ketika kita sedang mendapatkan musibah atau cobaan,karena jika bersabar dan terus berusaha untuk selalu bangkit dan tidak menyerah,Tuhan pasti akan memberikan kemudahan Nya dan Tuhan sangat menyukai orang – orang yang bersabar di jalan Nya.Jadi mulai saat ini marilah kita terapkan rasa sabar dan syukur kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa,Jika kita sudah bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari –hari,niscaya kehidupan ini akan sangat nikmat den membawa kita pada keberkahan.Amiin.

PENDAPATAN NASIONAL



Salah satu tolok ukur keberhasilan perekonomian suatu negara dapat diukur dari pendapatan nasionalnya. Meskipun bukan merupakan satu-satunya ukuran untuk menilai keberhasilan perekonomian suatu negara, namun cukup representatif dan lazim digunakan. Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh masyarakat/pemilik faktor produksi suatu negara selama kurun waktu tertentu (biasanya digunakan ukuran waktu 1 tahun).
Misalkan kegiatan perekonomian suatu negara disederhanakan seperti berikut. Perusahaan memproduksi barang dan jasa (Output nasional) kemudian perusahaan menjual barang dan jasa ke sektor rumah tangga. Dengan demikian terdapat pengeluaran rumah tangga untuk membeli barang dan jasa (pengeluaran nasional). Selanjutnya dari hasil penjualan tersebut perusahaan harus membayar balas jasa untuk faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut. Jadi faktor produksi tersebut menerima pendapatan nasional.
Metode Penghitungan Pendapatan Nasional
Ada tiga pendekatan dalam menghitung pendapatan nasional, yaitu pendekatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran.
a. Pendapatan Nasional dari Pendekatan Produksi (Product Approach)
Dengan pendekatan produksi, penghitungan pendapatan nasional dilakukan dengan cara mengumpulkan data tentang hasil akhir barang-barang dan jasa-jasa untuk suatu periode tertentu dari semua unit produksi yang menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa tersebut. Jadi pendapatan nasional menurut pendekatan produksi adalah jumlah nilai tambah semua barang dan jasa selama satu tahun.
b. Komponen Pendapatan Nasional dari Sisi Pengeluaran ( Expenditure Approach)
Dari sisi pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan pengeluaran (expenditure) masing-masing sektor perekonomian berikut ini.
1) Pengeluaran konsumsi (C), meliputi semua pengeluaran rumah tangga keluarga dan perseorangan serta lembaga swasta bukan perusahaan untuk membeli barang dan jasa dalam memenuhi kebutuhan.
2) Pengeluaran investasi (I) meliputi semua pengeluaran domestik (dalam negeri) yang dilakukan oleh swasta untuk mendirikan bangunan, mesin-mesin, perlengkapan, dan jumlah persediaan perusahaan.
3) Pengeluaran pembelian pemerintah (G), terdiri pembayaran pensiun, beasiswa, subsidi dalam berbagai
bentuk, dan transfer pemerintah.
4) Ekspor neto (X–M), meliputi keseluruhan jumlah barang dan jasa yang diekspor dan diimpor.
Bila komponen-komponen tersebut dituliskan dalam bentuk persamaan, maka akan tampak sebagai berikut.
c. Komponen Pendapatan Nasional dari Sisi Pendapatan
Dari sisi pendapatan, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi, yang terdiri atas sewa, upah dan gaji, bunga, dan laba.
1) sewa (rent income) atau disingkat r,
2) upah dan gaji (wage and salary income) atau disingkat w,
3) bunga (interest income) atau disingkat i, dan
4) laba usaha (profit income) atau disingkat p.
Dalam bentuk persamaan dapat dirumuskan sebagai berikut.





A.     Konsep Pendapatan Nasional
Agar lebih memahami pendapatan nasional, dalam ilmu ekonomi dikenal beberapa konsep pendapatan nasional.
1. Produk Domestik Bruto (PDB)
Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat (termasuk warga negara asing) suatu negara pada periode tertentu.
2. Produk Nasional Bruto (PNB)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product/GNP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, termasuk di dalamnya barang dan jasa yang dihasilkan warga negara tersebut yang berada di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan warga negara asing yang berada di negara tersebut tidak termasuk GNP.
3. Produk Nasional Neto (PNN)
Produk Nasional Neto (Net National Product/NNP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara.
4. Pendapatan Nasional Neto (Bersih)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income/NNI) adalah nilai dari produk nasional bersih (NNP) dikurangi pajak tidak langsung.
5. Pendapatan Perseorangan
Pendapatan perseorangan (Personal Income/PI) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima seseorang sebagai balas jasa dalam proses produksi.
Pendapatan perseorangan (Personal Income) ini dapat diperhitungkan dari NNI dikurangi:
a. pajak perseroan, yaitu pajak yang dibayar oleh setiap badan usaha kepada pemerintah;
b. laba ditahan, yaitu jumlah laba yang tetap ditahan (tidak dibagi) di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu, misalnya untuk keperluan perluasan perusahaan;
c. iuran jaminan sosial dan iuran asuransi;
d. dalam personal income ini harus kita tambahkan dengan transfer payment adalah pembayaran-pembayaran dari negara yang dibayarkan kepada orang-orang tertentu, dan pembayaran tersebut bukan merupakan balas jasa atas keikutsertaannya dalam proses produksi tahun sekarang, melainkan sebagai balas jasa untuk tahun-tahun sebelumnya atau pembayaran pada seseorang yang sebenarnya berasal dari pendapatan orang lain.
Contoh transfer payment adalah:
a. pembayaran kepada orang yang sudah pensiun,
b. tunjangan para veteran, dan
c. dana-dana sosial (pembayaran untuk para penganggur).
6. Pendapatan Bebas
Pendapatan bebas (Disposable Income/DI) adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap untuk dibelanjakan penerimanya. Pendapatan bebas diperoleh dari pendapatan persorangan dikurangi pajak langsung.
7. Pendapatan Dibawa Pulang
Pendapatan dibawa pulang (Take Home Pa /THP) adalah pendapatan yang dibawa pulang untuk membayar bermacam-macam kebutuhan. Pendapatan ini memengaruhi permintaan efektif sebab menggambarkan dayabeli masyarakat. THP diperoleh dari pendapatan bebas (Disposable Income)dikurangi kewajiban kepada pihak lain, seperti untuk membayar utang.






Rumus pendapatan nasional
1.    Pendekatan Pendapatan
Y = R + W + I + P
Ket :
Y = pendapatan nasional
R= rent = sewa
W = wage = upah/gaji
I = interest = bunga modal
P = profit = laba
Contoh :
Pendapatan yang diperoleh masyarakat dalam suatu perekonomian sebagai berikut:
Upah dan gaji Rp 15.000.000,-
Sewa tanah Rp 9.250.000,-
Konsumsi Rp 18.000.000,-
Pengeluaran pemerintah Rp 14.000.000,-
Bunga Modal Rp 3.500.000,-
Keuntungan Rp 12.000.000,-
Investasi Rp 4.500.000,-
Ekspor Rp 12.500.000,-
Impor Rp 7.250.000,-
Tentukan pendapatan nasional pendekatan pendapatan!
Jawab :
Rumus pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan :
Y= R + W + I + P
Y = 9.250.000 + 15.000.000 + 3.500.000 + 12.000.000
Y = 39.750.000
Keterangan :
Y = Pendapatan Nasional
R = Sewa
W = Upah
I = Bunga
P = Laba/Untung
Jadi, perkiraan nilai pendapatan nasional dengan menggunakan pendekatan pendapatan adalah Rp. 39.750.000,-

 2.   Pendekatan Pengeluaran
Y = C + I + G + (X – M)
Ket :
Y = Pendapatan Nasional
C = konsumsi masyarakat
I = investasi
G = pengeluaran pemerintah
X = ekspor
M = impor
Contoh :
Suatu negara mempunyai pendapatan nasional sebagai berikut:
Konsumsi masyarakat Rp. 80.000.000
pendapatan laba usaha Rp. 40.000.000
pengeluaran negara Rp. 250.000.000
pendapatan sewa Rp. 25.000.000
Pengeluaran Investasi Rp. 75.000.000
Ekspor Rp. 50.000.000
Impor Rp. 35.000.000
dari data diatas hitunglah pendapatan nasional dengan menggunakan pendekatan pengeluaran
Jawab:
Rumus pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran :
Y = C + I + G + (X - M)
Y = 80.000.000 + 75.000.000 + 250.000.000 + (50.000.000 - 35.000.000)
Y = 405.000.000 + 15.000.000
Y = 420.000.000
Keterangan :
Y = Pendapatan Nasional
C = Pengeluaran konsumsi  Rumah Tangga Konsumen (RTK)
I  = Pengeluaran Investasi Rumah Tangga Produsen (RTP)
G = Pengeluaran pemerintah dari Rumah Tangga Pemerintah (RTG)
X = Ekspor
M = Impor
Jadi, jumlah pendapatan nasional dengan menggunakan pendekatan pengeluaran adalah Rp. 420.000.000,-

 3.  Pendekatan Produksi
Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n
Ket:
Y = Pendapatan Nasional
P = harga
Q = kuantitas                   
  Pendekatan Pendapatan
               Y = w + i + r + p
             NI = w + i + r + p
 
Y         = Pendapatan nasional                        i           = bunga (interest)
NI        = Pendapatan nasional                        r           = sewa (rent)
w         = upah (wages)                                    p          = keuntungan (profit)


http://kentanggaul.blogspot.com/2013/05/pendapatan-nasional.html

Profile My Blog

About Dik's

Mengenai Saya

Foto saya
Assalamu'alaikum..... My Name is Andika Tri Murti, University Gunadarma

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.