Makalah

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
  










TUGAS SOFTSKILL
PENGARUH PROVIDER TERHADAP KUALITAS PELAYANAN TELEKOMUNIKASI
KELOMPOK 6
1.                    Andhika Tri Murti
2.                    Henry Wijaya
3.                    Muhammad Iqbal
4.                    Rahmarani Hakim
5.                    Adi Mastia

KELAS
4KA26


Depok
2014

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan tulisan ilmiah ini yang berjudul “PENGARUH PROVIDER TERHADAP KUALITAS PELAYANAN TELEKOMUNIKASI” untuk memenuhi tugas softskill mata kuliah Pengantar Telematika.
Pada kesempatan ini, perkenankanlah penulis untuk mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang telah membantu penulis menyelesaikan Tulisan Ilmiah ini, diantaranya kepada :
  1. Ibu Nuryuliani, selaku Dosen Softskill mata kuliah Pengantar Telematika.
  2. Kedua Orang Tua Penulis yang selalu memberikan dorongan, motivasi dan doa serta kasih sayang yang tiada berhingga kepada penulis.
  3. Teman-Teman seperjuangan di kelas 4KA26 yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu karena telah memberikan semangat dan bantuannya kepada penulis.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan tulisan ilmiah ini masih jauh mendekati sempurna, namun demikian kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik sehingga tulisan  ini mendapatkan perhatian dari pembacanya.
Semoga semua bantuan dan petunjuk serta panduan yang telah diberikan kepada penulis akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.
Akhir kata, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat konstruktif serta membangun, selanjutnya penulis berharap bahwa tulisan ilmiah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan bagi para pembaca.

Depok, Agustus 2014


                                                                                                               Penulis

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang Masalah
           Seiring dengan berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi, kemudahan dalam mengakses informasi merupakan salah satu kebutuhan penting dalam masyarakat, salah satunya adalah handphone maupun smartphone tidak hanya digunakan untuk menelpon dan mengirim sms saja, tetapi juga dapat membantu kegiatan sehari-hari. Dibalik itu terdapat provider yang berperan penting terhadap handphone maupun smartphone. Tanpa adanya provider pada perangkat telekomunikasi tersebut tidak akan membantu sama sekali. Hal ini menyebabkan banyak produsen provider bersaing membuat kualitas sebaik mungkin dan harga yang terjangkau sesuai kebutuhan konsumen yang digunakan pada telepon seluler, beberapa provider yang ada di Indonesia saat ini yang menggunakan jaringan GSM antara lain telkomsel, indosat, 3, axis, xl, sedamgkan dengan jaringan CDMA antara lain smartfren, esia, flexi, bolt.
            Promo yang ditawarkan masing-masing provider sangatlah banyak dan menarik, mulai dari kualitas jaringan, harga yang murah, hingga akses cepat internet. Hampir semua kalangan masyarakat Indonesia saat ini telah menggunakan handphone, bahkan hanphone yang dimiliki bisa 1(satu) atau 2(dua) provider yang digunakan. Perkembangan provider yang semakin banyak dan ketat membuat sebagian masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa lebih selektif dalam memilih provider yang akan mereka gunakan.
            Oleh karena itu, kami akan melakukan penelitian untuk mengetahui seberapa pengaruhnya jenis provider terhadap kualitas pelayanan telekomunikasi khususnya bagi Pelajar maupun Mahasiswa.

1.2       Batasan Masalah
          Batasan masalah penelitian ini terletak pada tingkat kepuasan mahasiswa terhadap provider yang sedang mereka gunakan saat ini.

1.3       Tujuan Penelitian
         Tujuan dari penulisan ini adalah mengetahui jenis provider yang diinginkan oleh pengguna perangkat telekomunikasi.

1.4       Metode Penelitian
          Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah menggunakan kuisioner terhadap pelanggan secara online.

1.5       Sistematika Penulisan
            Penulisan ini dibuat berdasarkan sistematika penulisan yang sudah ditentukan, dengan tujuan mempermudah dan memperjelas bagaimana penulisan ini disusun.


1.         PENDAHULUAN
        Pada Bab I berisi pendahuluan yang menjelaskan secara umum mengenai latar belakang mengapa disusunnya penulisan ilmiah tersebut, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.

2.         LANDASAN TEORI
            Bab II berisi tentang pembahasan teori-teori yang mendukung penulisan ini.
3.         PEMBAHASAN
            Bab III ini berisikan tentang hasil dari kuisioner dan analisis.

4.         PENUTUP
            Bab IV ini berisikan kesimpulan sebagai hasil akhir dari pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya dan saran yang akan sebagai perbaikan di kemudian harinya.

BAB 2
LANDASAN TEORI

Definisi Pelayanan
a.        Pelayanan
Pelayanan merupakan salah satu faktor terpenting untuk menentukan keberhasilan dalam sebuah organisasi yang berorientasi profit. Adapun pelayanan (service) menurut Christopher Lovelock (2003)
  1. Service adalah act  atau  performance  yang  ditawarkan  satu  pihak  kepada pihak  lainnya.  Walaupun  proses  itu  dikaitkan  dengan  produk  fisik, performance  dari  service  pada  dasarnya  intangible  dan  tidak mengakibatkan kepemilikan faktor produksi apapun.
  2. Service  dapat pula disebut sebagai aktivitas ekonomi yang menciptakan nilai dan memberikan manfaat  kepada  para  pelanggan  pada  waktu  dan  tempat  tertentu  sebagai  hasil adanya perubahan yang di dapat pelanggan.
Adapun sebuah pelayanan memiliki kualitas di dalamnya.  Menurut American Society For Quality Control dalam Rambat Lupiyoadi ( 2001 : 144 ) Kualitas adalah :
“Keseluruhan ciri-ciri dan karakteristik-karakteristik dari suatu produk/jasa dalam hal kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang telah ditentukan atau bersifat laten”.
    Dan di perkuat dengan Tjiptono (2000) yang menjelaskan tentang kualitas  pelayanan  adalah  tingkat keunggulan yang diharapkan memenuhi keinginan pelanggan. Dengan kata lain,  baik  tidak  kualitas  jasa  tergantung  pada  kemampuan  penyedia  jasa dalam  memenuhi  harapan  konsumen  secara  konsisten.  Dari  pengertian tersebut  terdapat  disimpulkan  bahwa  kepuasan  konsumen  menjadi  titik acuan  dalam  meningkatkan  dan  mempertahankan  keunggulan  pelayanan terhadap konsumen.

  1. Dimensi Kualitas Pelayanan
Manajemen  kualitas  dapat  diterapkan  dalam  pemasaran  produk barang maupun jasa, karena yang ditekankan dalam penerapan manajemen kualitas  adalah  perbaikan  sistem  kualitasnya. Dalam  pembelian  jasa  pada dasarnya hanya memperoleh kepemilikan sementara. Disamping itu unsur-unsur jasa pada hakekatnya tidak berwujud, dapat memberikan kepuasan, tidak memberikan suatu hak kepemilikan.  
Menurut  Parasuraman,  Zeithaml  dan  Berry  (1988)  perwujudan kepuasan  pelanggan  dapat  diidentifikasi  melalui  dimensi  kualitas pelayanan yaitu :
  1. Tangibles
Penampilan  dan  kemampuan  sarana  dan  prasarana  fisik  yang  dapat diandalkan untuk memberikan pelayanan sesuai yang telah dijanjikan.
  1. Reliability
Kemampuan  sesuai  dengan  yang  telah  dijanjikan  dengan  akurat  dan terpercaya.
  1. Responsiveness
Keinginan untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan sebaik mungkin.
  1. Assurance
Pengetahuan dan kesopansantunan para pegawai suatu perusahaan serta kemampuan mereka untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada perusahaan.
  1. Emphaty
Perhatian secara individual kepada konsumen seperti kemudahan untuk menghubungi  pihak  perusahaan,  kemampuan  karyawan  untuk berkomunikasi  dengan  konsumen  dan  usaha  perusahaan  untuk memahami keinginan dan kebutuhan konsumen.
Kelima  dimensi  tersebut  kemudian  dikembangkan  menjadi  suatu alat  ukur  yang  disebut  Servqual  (service  quality).  Sebelum dikembangkannya  alat  ukur  tersebut  menurut  penelitian  yang  juga dilakukan oleh Parasuraman dkk. (1992) dikemukakan bahwa ada sepuluh elemen pembentuk kepuasan yaitu: reliability, responsiveness, competence, access,  courtessy,  communication,  credibility,  security,  knowing  the customer dantangible. Kesepuluh elemen tersebut merupakan wujud dari kualitas pelayanan yang dirasakan oleh konsumen
  1. Manfaat Kualitas Pelayanan
Menurut Tjiptono (2000), manfaat dari kualitas yang superior antara lain berupa : 
1)  Loyalitas pelanggan yang lebih besar
2)  Pangsa pasar yang lebih besar
3)  Harga saham yang lebih tinggi
4)  Harga jualyang lebih tinggi
5)  Produktivitas yang lebih besar
Manfaat  kualitas  di atas  akan  berpengaruh  pada  daya  saing  yang berkelanjutan  dalam  organisasi  yang  mengupayakan  pemenuhan  kualitas yang  bersifat  customer  driver. Setiap  perusahaan  atau  organisasi memerlukan service excellenceatau pelayanan. Pelayanan  yang  memuaskan  akan  dapat  dicapai  apabila  karyawan mengetahui  cara-cara  yang  efektif  dalam  berinteraksi  dengan  pelanggan. 
Mengingat pentingnya peranan contact person dalam menentukan kualitas jasa,  untuk  itu  perusahaan  memerlukan Service  Excellence atau  pelayanan unggul. Service  Excelence atau  service  uggul  yaitu  suatu  sikap  atau  cara karyawan  dalam  melayani  pelanggan  secara  memuaskan  (Elhaitammy, dalam Tjiptono, 2000). Adapun manfaat Service Excelence bagi perusahaan dapat  meningkatkan  kesan  profesioanal,  kelangsungan  usaha  perusahaan, mendorong  kemungkinan  ekspansi  dan  dapat  meningkatkan  laba perusahaan. Sedangkan  manfaat bagi pelanggan  yaitu pelanggan terpenuhi kebutuhannya,  pelanggan  merasa  dihargai,  mendapatkan  pelayanan  yang baik,  merasa  dipercaya  sebagai  mitra  bisnis  serta  merasa  menemukan perusahaan yang professional. Dalam  konsep service  excellence ada  empat  unsur  pokok,  yaitu: kecepatan, ketepatan, keramahan dan kenyamanan. Keempat komponen ini merupakan suatu rangkaian pelayanan yang tidak bisa dipisahkan satu dari yang  lain,  karena  jika  salah  satu  atau  beberapa  komponen  tidak  berjalan seimbang maka pelayanan tidak menjadi prima
  1. Pengertian Operator Telepon Selular (Provider)
Menurut Pierre (2008) operator adalah perusahaan atau pihak penyelenggara, penyedia atau pemberi jasa tertentu. Operator telepon seluler adalah pihak penyelenggara jaringan dan layanan telepon seluler (Anton, 2008). Saat ini, di Indonesia operator telepon seluler GSM adalah Telkomsel (dengan produk SIM card Simpati, As, Halo), Indosat (dengan produk SIM card Mentari, IM3, Matrix), Excelcomindo (dengan produk SIM card XL Bebas, XL Jempol, Xplore), Hutchison (dengan produk SIM card Three “3”) dan Natrindo Seluler (dengan produk SIM card Axis). Sementara operator telepon seluler CDMA adalah Telkom Flexy, Mobile-8 Fren, Indosat Starone, Bakrie Telekom Esia, dan Sinar Mas Smart (http://www.elektroindonesia.com).
Telepon  seluler  adalah  salah satu aplikasi bidang telekomunikasi yang berkembang sangat pesat. Hal tersebut ditunjukkan dengan terus meningkatnya persentase kenaikan konsumen baru yang menggunakan telepon seluler di seluruh pelosok dunia (Purwakarta, 2005. Sistem  seluler  dengan  menggunakan teknologi digital akan menjadi suatu metode telekomunikasi yang umum (Purwakarta, 2005). Telepon seluler dengan sistem digital memberikan beberapa keuntungan seperti kapasitas yang lebih besar, perangkat yang semakin sederhana, perluasan daya jangkau, serta keamanan dan kenyamanan yang semakin terjaga. Telepon seluler dengan menggunakan teknologi digital pertama sekali menggunakan sistem teknologi yang dikenal dengan Global System for Mobile Communication (GSM). Sebagai teknologi seluler digital pertama sistem GSM menjadi bisnis yang sangat menguntungkan bagi para operator. Sejalan dengan berkembangnya persaingan bisnis dan teknologi, saat ini sistem teknologi komunikasi seluler generasi ketiga yang dikenal dengan Code Division Multiple Access(CDMA) hadir untuk bersaing di pasar (Theodora, 2007)

BAB 3
PEMBAHASAN

1.      Hasil Penelitian
a.      Diagram Hasil Kuisioner
Gambar 1.1 Diagram Jenis Kelamin









Gambar 1.2 Diagram Provider yang digunakan






Gambar 1.3 Diagram Perangkat Mobile yang Sering Digunakan
Gambar 1.4 Diagram Tipe Jaringan yang digunakan
                                    Gambar 1.5 Diagram OS yang digunakan





Gambar 1.6 Diagram Jenis Layanan Telekomunikasi yang dipilih

Gambar 1.7 Diagram Kuota yang digunakan per bulan
Gambar 1.8 Diagram Waktu Akses Pengguna Provider







Gambar 1.9 Diagram Kualitas Suara yang Jernih
Gambar 1.10 Diagram Harga paket dan sinyal yang berbanding lurus

b.      Pembahasan Hasil Kuisioner
            Kelompok kami melakukan penelitian terhadap 46 Responden yang mana terdiri atas 23 Wanita dan 23 Pria. Kami melakukan penelitian ini dengan cara menyebar kuisioner ini pada Pelajar atau mahasiswa dengan rentang usia 15-27 Tahun dari berbagai latar belakang jenjang pendidikan dan lokasi.
            Sebanyak 43% atau sekitar 20 Orang dari responden memilih indosat sebagai provider yang mereka gunakan saat ini. Alasannya beragam, Namun rata-rata menjawab bahwa Indosat adalah salah satu provider dengan harga terjangkau dan kualitas pelayanannya juga cukup memuaskan untuk mereka sebagai pelajar atau Mahasiswa. Peringkat Kedua yang dipilih adalah Telkomsel dan Three sebanyak 26%. Telkomsel dipilih oleh sebagian pelajar dan Mahasiswa ini sebagai provider andalan mereka karena kualitas sinyal yang cukup bagus dan memuaskan walaupun harga lebih mahal. Sedangkan yang memilih provider Three karena mereka memilih harga paket yang cukup Murah.
            Sekitar 70% responden memilih tipe layanan volume based karena di Indonesia saat ini, semua provider lebih banyak menawarkan layanan volume based ketimbang layanan speed based. Rentang Kuota yang biasa digunakan sekitar 2-5 GB.
            Secara keseluruhan, Responden cukup puas dengan layanan dari provider yang mereka gunakan saat ini. Sehingga provider apapun yang digunakan sangat mempengaruhi kualitas dari pelayanan telekomunikasi itu sendiri. Provider yang cukup baik dari segi kualitas pelayanan menurut kelompok kami adalah Indosat karena provider ini lebih banyak dipilih.










BAB 4
PENUTUP

a.    Kesimpulan
       Berdasarkan dari hasil penelitian yang kelompok kami lakukan, sebanyak 43% responden memilih Indosat sebagai provider andalan mereka dan peringkat keduanya adalah Provider Telkomsel dan Three sebanyak 26 %.
Bagi pelajar dan mahasiswa, kualitas pelayanan telekomunikasi yang baik mencakup kecepatan akses yang stabil dan harga yang murah. Namun, Banyak juga mereka yang memilih provider tersebut karena salah satu faktor tersebut saja.
       Selain itu, Loyalitas pelanggan adalah kunci sukses bagi perusahaan, tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Loyalitas pelanggan merupakan komitmen pelanggan untuk bertahan dalam menggunakan suatu produk/jasa, melakukan pembelian ulang terhadap suatu produk atau jasa secara konsisten. Untuk mendapatkan pelanggan yang loyal, perusahan dituntut untuk merancang strategi pemasaran yang baik. Loyalitas pelanggan berkaitan erat dengan kepuasan pelanggan. Pelayanan yang berkualitas tentunya dapat memenuhi kebutuhan konsumen sesuai dengan harapan mereka.  Dari penelitian kami, ada juga dari responden yang cukup loyal memakai salah satu provider tersebut dan tidak ingin ganti operator karena merasa sudah cukup puas.
       Sehingga kami juga dapat menyimpulkan bahwa Provider sangat berperan penting dalam mempengaruhi kualitas pelayanan telekomunikasi di kalangan pelajar dan mahasiswa.

b.   Saran
       Dalam menyusun penelitian ini, kami merasa masih memiliki banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Untuk itu, kami membutuhkan saran dan kritik yang membangun
DAFTAR PUSTAKA

Agnovera Prihasditya, 2008, Analisis Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Loyalitas
Konsumen  Dimediasi  Dengan  Kepuasan  Konsumen  ,  Skripsi Tidak Diterbitkan, Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Buchari Alma. 2004.  Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung; Alfabeta
      











PERBEDAAN KARYA TULIS ILMIAH, KARYA TULIS POPULER, DAN KARYA TULIS NON-ILMIAH

DEFINISI KARYA TULIS
Karya tulis mempunyai banyak ragam tergantung dari tujuan, manfaat, sumber penulisan, dan aspek-aspek lainnya. Berdasarkan sumbernya, secara umum karya tulis dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu karya fiksi (tidak ilmiah) dan non fiksi (ilmiah). Karya fiksi merupakan karya tulis yang sumbernya semata-mata imajinasi, fantasi, atau rekaan dari si penulis. Tujuan orang menulis fiksi biasanya untuk menghibur atau bisa jadi untuk mengungkapkan isi hati penulis. Karya sastra merefleksikan situasi masyarakat tertentu. Contoh dari karya tulis jenis ini adalah karya sastra: novel, cerpen, puisi, dan lain-lain.
KARYA TULIS ILMIAH
Menurut Brotowidjojo karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya ilmiah dapat juga berarti tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya / keilmiahannya (Susilo, M. Eko, 1995:11).
KONSEP DASAR
Karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.
CIRI-CIRI KARYA TULIS ILMIAH
·       Menyajikan fakta objektif secara sistematis.
·       Penulisannya cermat, tepat, dan benar serta tulus.
·       Tidak mengejar keuntungan pribadi,
·       Sistematis, terkendali, konseptual, dan prosedural.
·       Tidak emotif (tidak menonjolkan perasaan).
·       Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa pendukung (kecuali hipotesis kerja).
·       Memuat kebenaran-kebenaran.
·       Tidak argumentatif.
·       Tidak persuasif.
·       Tidak melebih-lebihkan sesuatu.


JENIS KARYA TULIS ILMIAH

Abstrak                                Laporan eksekutif                    Risalah                                
Ringkasan                            Tanggapan                               Kolokium
Ikhtisar                                 Kertas kerja                             Studi Kasus
Tinjauan buku                      Makalah proyek                       Laporan Penelitian     
Kritik                                    Laporan Kegiatan                    Skripsi
Makalah pemikiran              Laporan status                          Tesis
Laporan analisis                   Laporan Kepustakaan              Disertasi
Makalah pendirian               Rekaman Fakta
Makalah opini                      Makalah Ilmiah

Pada prinsipnya semua karya ilmiah yaitu hasil dari suatu kegiatan ilmiah. Dalam hal ini yang membedakan hanyalah materi, susunan, tujuan, serta panjang pendeknya karya tulis ilmiah tersebut. Secara garis besar, karya ilmiah diklasifikasikan menjadi dua, yaitu karya ilmiah pendidikan dan karya ilmiah penelitian.

1.        Karya Ilmiah Pendidikan
Karya ilmiah pendidikan digunakan tugas untuk meresume pelajaran, serta sebagai persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan. Karya ilmiah pendidikan terdiri dari:
·         Paper (Karya Tulis)
·         Pra Skripsi
·         Skripsi
·         Thesis
·         Disertasi
 
2.        Karya ilmiah Penelitian.
a.       Makalah seminar.
·      Naskah Seminar
Karya ilmiah yang barisi uraian dari topik yang membahas suatu permasalahan yang akan disampaikan dalam forum seminar. Naskah ini bisa berdasarkan hasil penelitian pemikiran murni dari penulisan dalam membahas atau memecahkan permasalahan yang dijadikan topik atau dibicarakan dalam seminar.
·      Naskah Bersambung
Naskah Bersambung sebatas masih berdasarkan ciri-ciri karya ilmiah, bisa disebut karya tulis ilmiah. Bentuk tulisan bersambung ini juga mempunyai judul atau title dengan pokok bahasan (topik) yang sama, hanya penyajiannya saja yang dilakukan secara bersambung, atau bisa juga pada saat pengumpulan data penelitian dalam waktu yang berbeda.
b.      Laporan hasil penelitian
c.       Jurnal penelitian
PRINSIP KARYA TULIS ILMIAH
·         Spesifik
·         Kesinambungan
·         Bernas (bahasa)
·         Koherens
·         Memiliki daya tarik
·         Jujur
SISTEMATIKA PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
1.        Bagian pengantar
·       Halaman judul
·       Lembar pengesahan
·       Pengantar
·       Daftar isi
·       Daftar table
·       Daftar gambar
·       Daftar lampiran
·       Abstrak

2.        Isi Karya tulis ilmiah
Bab I. Pendahuluan
Latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, asumsi, dan hipotesis).
Bab II. Kajian Teoretis
Bab III. Metodologi Penelitian / Prosedur Penelitian
Tempat dan waktu penelitian, metode penelitian, teknik pengambilan contoh / sampel, teknik pengumpulan data, teknik analisis data.
Bab IV. Pembahasan dan Hasil Penelitian
Deskripsi variabel penelitian, pengujian persyaratan analisis, pengujian hipotesis, penafsiran, kesimpulan pengujian hipotesis.
Bab V. Kesimpulan, Implikasi, dan Saran

3.        Bagian Pelengkap
·       Daftar pustaka
·       Lampiran-lampiran
·       Riwayat hidup peneliti

ISU-ISU PENJAS UNTUK KARYA TULIS ILMIAH
1.        Cara mencapai kebugaran jasmani
2.        Cara mencapai hidup aktif
3.        Cara mencapai kesejahteraan paripurna
4.        Upaya meningkatkan kulitas hidup manusia
5.        Wahana pengembangan kemampuan kognitif
6.        Wahana pengembangan neuromuskular
7.        Dan lain-lain.
KARYA TULIS POPULER
Karya tulis ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh masyarakat awam. Slamet Suseno (dalam Dalman, 2012: 156) mengemukakan bahwa karya tulis ilmiah populer lebih banyak diciptakan dengan jalan menyadur tulisan orang lain daripada dengan jalan menulis gagasan, pendapat, dan pernyataannya sendiri. Karya ilmiah populer adalah karangan ilmiah yang berisi pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dengan teknik penyajian yang sederhana mengenai hal-hal kehidupan sehari-hari.
Karya tulis ilmiah populer adalah karya tulis yang berpegang kepada standar ilmiah, tetapi ditampilkan dengan bahasa umum yang mudah dipahami oleh masyarakat awam dan layout yang menarik sehingga masyarakat lebih tertarik untuk membacanya. Karya tulis ilmiah populer lebih banyak diciptakan dengan jalan menyadur, mengutip, dan meramu informasi dari berbagai tulisan orang lain, daripada menulis murni gagasan, pendapat, dan pernyataan sendiri. Artinya, karya tulis ilmiah populer lebih cocok disebut sebagi tulisan daripada karangan. Seperti yang dipaparkan diatas, secara otomatis akan ada proses reduksi makna ilmiah dari makna aslinya ketika digandengkan dengan kata populer. Namun meski mengalami reduksi, kata-kata ilmiah tetap menggambarkan pertanggungjawaban penulisnya secara ilmiah dengan pencantuman sumber rujukan.
CIRI-CIRI KARYA TULIS ILMIAH POPULER
Karya ilmiah (Dalman, 2012:113-114) memiliki ciri-ciri yang dapat dikaji minimal dari empat aspek, yaitu:
1.      Struktur
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal, bagian inti, dan bagian penutup.
2.      Komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka.
3.      Sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan kata atau gaya bahasa impersonal .
4.      Penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Sementara itu menurut Wardani (2006 : 1.6) ciri-ciri karya Ilmiah yaitu:
·         Dari segi isi, karya ilmiah menyajikan pengetahuan yang dapat berupa gagasan, deskripsi tentang sesuatu atau pemecahan suatu masalah.
·    Pengetahuan yang disajikan tersebut didasarkan pada fakta atau data (kajian empirik) atau pada teori-teori yang telah diketahui kebenaranya.
·         Sebuah karya ilmiah mengandung kebenaran yang objektif serta kejujuran dalam penulisan.
·        Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku dan banyak menggunakan istilah teknis, disamping istilah yang bersifat denotatif
·         Sistematika penulisan mengikuti cara tertentu.
Sedangkan ciri-ciri karya ilmiah populer menurut Hakim (2004 : 57) diurutkan sebagai berikut:
·         Bahan berupa fakta yang objektif.
·         Penyajian menggunakan bahasa yang cermat, tidak terlalu formal tapi tetap taat asas, disusun secara sistematis, tidak memuat hipotesis.
·         Sikap penulis tidak memancing pertanyaan-pertanyaan yang meragukan.
·         Penyimpulan dilakukan dengan memberikan fakta.
PERBEDAAN ANTARA KARYA TULIS ILMIAH POPULER DENGAN KARYA TULIS ILMIAH MURNI
Perbedaan antara ilmiah populer dengan ilmiah murni (skripsi, tesis, desertasi, dan lain-lain) terletak pada bahasa penyampaian yang digunakan. Karya tulis ilmiah murni ditampilkan dalam bahasa baku dan sangat terikat dengan kaidah bahasa Indonesia resmi. Sementara ilmiah populer ditampilkan dengan bahasa yang lebih luwes, serta dapat dipahami masyarakat umum.
Dari segi topik bahasan, tulisan ilmiah populer cenderung membahas permasalahan yang berkaitan dengan masyarakat disekitarnya. Berbeda dengan karya tulis ilmiah murni yang lebih sering berkutat dalam bidang ilmiah yang jauh dari jangkauan masyarakat awam.
KARYA TULIS NON-ILMIAH
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subjektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).




CIRI-CIRI KARYA TULIS NON-ILMIAH
·          Ditulis berdasarkan fakta pribadi
·          Fakta yang disimpulkan subjektif
·          Gaya bahasa konotatif dan popular
·          Tidak memuat hipotesis
·          Penyajian disertai dengan sejarah
·          Bersifat imajinatif
·          Situasi didramatisir
·          Bersifat persuasive
·          Tanpa dukungan bukti
Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.
PERBEDAAN KARYA ILMIAH DENGAN NON-ILMIAH
Istilah karya ilmiah dan non-ilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan non-fiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun non-ilmiah / fiksi dan non-fiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek:
1.      Pertama, karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri.
2.      Kedua, karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
3.      Ketiga, dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.



Karya non-ilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan non-ilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subjektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis.
SIFAT KARYA NON-ILMIAH
1.      Emotif
Kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
2.      Persuasif
Penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
3.      Deskriptif
Pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
4.      Jika kritik ada kalanya tanpa dukungan bukti.
SIKAP ILMIAH
Sikap ilmiah adalah sikap tertentu yang diambil dan dikembangkan oleh ilmuwan untuk mencapai hasil yang diharapkan (Iskandar, 1996/1997: 11).
Sikap-sikap ilmiah meliputi:
1.      Obyektif terhadap fakta artinya menyatakan segala sesuatu tidak dicampuri oleh perasaan senang atau tidak senang. Contoh: Seorang peneliti menemukan bukti pengukuran volume benda 0,0034 m3, maka ia harus mengatakan juga 0,0034m3, padahal seharusnya 0,005m3.
2.      Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum cukup data yang mendukung kesimpulan itu. Contoh: Ketika seorang ilmuwan menemukan hasil pengamatan suatu burung mempuyai paruh yang panjang dan lancip, maka dia tidak segera mengatakan semua burung paruhnya panjang dan lancip, sebelum data-datanya cukup kuat mendukung kesimpulan tersebut.
3.      Berhati terbuka artinya bersedia menerima pandangan atau gagasan orang lain, walaupun gagasan tersebut bertentangan dengan penemuannya sendiri. Sementara itu, jika gagasan orang lain memiliki cukup data yang mendukung gagasan tersebut maka ilmuwan tersebut tidak ragu menolak temuannya sendiri.
4.      Tidak mencampuradukkan fakta dengan pendapat. Contoh: Tinggi batang kacang tanah di pot A pada umur lima hari 2 cm, yang di pot B umur lima hari tingginya 6,5 cm. Orang lain mengatakan tanaman kacang tanah pada pot A terlambat pertumbuhannya, pernyataan orang ini merupakan pendapat bukan fakta

5.      Bersikap hati-hati. Sikap hati-hati ini ditunjukkan oleh ilmuwan dalam bentuk cara kerja yang didasarkan pada sikap penuh pertimbangan, tidak ceroboh, selalu bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan, termasuk didalamnya sikap tidak cepat mengambil kesimpulan. Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan penuh kehati-hatian berdasarkan fakta-fakta pendukung yang benar-benar akurat.
SIKAP ILMIAH SEORANG ILMUWAN
1.      Tidak ada rasa pamrih
2.      Selektif
3.      Kredibilitas
4.      Ada kegiatan rutin mengembangkan ilmu
5.      Punya sikap etis mengembangkan ilmu

Sumber :
http://irvan-caraka.blogspot.com/2014/04/perbedaan-karya-tulis-ilmiah-karya_7.html
http://kentangbegadang.blogspot.com/2014/04/karya-ilmiah.html
http://yodiahadishtis.blogspot.com/2013/03/perbedaan-karya-tulis-ilmiah-karya.html

Profile My Blog

About Dik's

Mengenai Saya

Foto saya
Assalamu'alaikum..... My Name is Andika Tri Murti, University Gunadarma

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.